Minggu, 03 Juli 2016

PHP



"Han Seolri, kau cantik bagai bidadari"
"ahh, benarkah?"
"Tentu saja Haneul yang seperti bidadari. hahaha"
"Ya ! Park Jimin Playboy !"




Pagi yang dingin. Waktu menunjukkan pukul 05.00 dan aku harus berangkat sepagi itu. Benar aku akan liburan dengan  teman - teman ku. Di halaman sekolah sudah ramai teman - teman yang berbincang apapun. Terdengar lagu Miss A di segerombolan anak. Nah, itu teman sekelas ku. Kami memang suka menari jika menunggu sesuatu.

"Ya !"

Teriakku pada mereka. Mereka melambaikan tangannya. Saat aku tiba disana mereka menyuruhku menarikan lagu Miss A yang mereka putar.

"ani, eobseo !"
"ayolah"

Aku terus menolak karena memang aku tak bisa. Seorang anak yang memegang iPod mengganti lagunya. Terdengar lagu Dalshabet - Joker.

"Kau pasti bisa yang ini"

Kata Kyunghee yang memegang iPod tadi. Memang aku suka tarian Joker yang dilantunkan Dalshabet. Aku menunggu part yang aku suka dan ikut menyanyikannya sambil menari.

"Gimme wanna baby, gimme wanna baby"
"Joker ! Joker!"

Temanku yang satunya menyahut lantunanku. Begitulah kami. Menyanyi dan menari sesuka kami. Dan itu membuat kami tertawa.

Author Pov**

Disisi lain dari gerombolan laki - laki ada seorang anak yang memperhatikan tarian Joker Seolri. Dia tertawa dan membuat matanya tersipit. Entah apa yang lucu, dia menertawakannya seperti itu.

"ya ! Jimin-a ! apa yang kau tertawakan ?! kajja, bis nya sudah datang"
"ah, ne"

Jimin mengalihkan pandangannya dan mengekori seseorang yang mengajaknya tadi dengan menggeret kopernya.

Seolri Pov**

Bis sudah datang, kami menghentikan tarian kami dan kami menuju bis. Lama perjalanan membuatku tertidur. Benerapa waktu berlalu, aku terbangun dan wahh pemandangan gunung sudah nampak didepan mata. Anak - anak turun dari bis dan menuju penginapan. Dan ternyata penginapan laki - laki belum buka. Jadi mereka sementara istirahat di teras penginapan perempuan. Aku duduk di sofa ruang depan bersama teman - teman segerombolanku. Bising dari luar membuatku menoleh kearah jendela. Nampak beberapa anak menari dan melantunkan sebuah lagu. Yahh, sama seperti yang kami lakukan. Lalu salah seorang anak mengganti lagunya dan mengajak temanku Heera berduet dari luar. Aigoo itu mengganggu karena mereka bernyanyi keras sekali. Kuarahkan mataku kebelakang Junsook, seseorang yang mengajak Heera duet. Aku tak melihat sosok yang kucari, aku memutar mataku lebih keatas. Yang benar saja, dia dipanggul oleh temannya dan melambaikan tangannya seperti menonton konser. Ekspresiku berubah menjadi 'ewh' . Duet selesai, sosok yang kucari itu turun menimpa teman - temannya.

"Ya ! beri aku tempat"

Rengeknya terdengar dari luar. Temannya memdorong nya. Membuat dia kaget.

"Jimin playboy !, kalau mau duduk menarilah untuk Seolri. Dia memperhatikanmu dari tadi"
"Benarkah?"

Dia berbalik mencoba melihat sosokku lewat jendela kaca ruang tengah. Wajahnya terlihat dan dengan senyum evilnya. Apa - apaan. Aku membuang muka pura - pura tak tau. Aku kira dia akan menari, tapi dia memaksakan diri duduk diantara teman - temannya. Dia hanya duduk manis dan tertawa bersama teman - temannya. Yahh, aku melihatnya dari sini. Manis sekali. Tapi temannya yang sedang beraksi itu terkadang menghalangi pandanganku. Menyebalkan sekali.

Jimin Pov**

Aku tau dia memandangiku dari tadi. Aku sempat melihatnya, tapi dia tetap melihatku. Aku pikir dia tak sadar aku tau dia memandangiku. Aku terus mengukir tawa di wajahku. Siapa tau itu membuat hatinya tersentuh. Hahaha. Aku memang tampan. Tapi, kenapa dia pergi ?

Seolri Pov**

Ahh tidak, mata kami bertemu. Apa dia tau. Kalau dia tau aku pasti malu. Dari pada wajahku memerah aku melangkahkan kaki ke depan Tv. Persiapan pagi ini sungguh lambat. Bahkan panitia belum membagikan kamar kami. Sampai akhirnya semua murid laki - laki menempati penginapannya yang sudah dibuka. Teras sepi. Aku ingin menenangkan diri ku di teras. Aku hanya duduk mengayunkan kakiku. Apa ? aku melihat kaki orang lain yang baru saja duduk disampingku. Aku menoleh ke arahnya. Dia tersenyum manis sekali. Tiba - tiba dia mengaitkan kakinya diatas kaki ku. Aku merasa tak suka, aku melepasnya. Dia melakukannya lagi. Aku juga melepasnya lagi. Lagi ? Kali ini aku biarkan kan mengayunkan kakiku. Tentu saja kakinya juga ikut terayun. Dia memegang tanganku. Apa ini, wajahku memerah. Aku tidak bisa melihatnya. Aku hanya mengarah kearah berlawanan. Saat aku memberanikan diri melihatnya, dia melepas kaki kan tangannya berlari menghampiri Haneul.

"Haneul-ssi ! chagi-ya! tunggu!"

Apa - apaan. PHP sekali dia. Jantungku sudah ingin terbang dia malah menghampiri Haneul. Dan sebutan apa itu. Dia sama sekali bukan pacar Haneul. Ku pikir dia menyukaiku yang jelek ini. Aigoo, aku salah. Benar dia playboy !
Aku mencoba mencari ketenangan pergi ke hutan. Di perjalanan ke hutan seorang temannya mengejekku.

"Seolri-ya! sudah berapa kali kau di PHP hah ? HAHAHAA. kena PHP playboy kau"
"SHUT UP !"

Aku mulai marah, semakin melarikan langkah ku. Aku duduk di sebuah pohon tumbang di dekat 'Toilet'. Aku tak yakin juga sih ada toilet di hutan. Tapi di bangunan kecil itu bertulisan toilet. Aku hanya ingin tenang, kenapa teman Jimin seperti mengikutiku. Huh~

"Seolri ? ya ! kau menangis?"
"sepertinya iya. wajahnya basah"
"aku tau, pasti kau di permainkan si playboy itu kan"
"kasian. sabar ya. kami akan pergi"

Sama sekali tak menghiburku. Mereka menertawakanku. Apa salahku coba. Aku menghentikan isak ku berniat mencuci muka ke toilet. Setelah aku masuk toiletnya aneh sekali. Banyak pintu disana. Aku tak perduli, aku hanya membasuh wajahku. Tunggu, ada suara keran menyala ? Aku menghampiri suara itu. Kubuka tiap pintu, semakin kedalam dan. WAAAAAA! sosok menyeramkan menghadap padaku seperti ingin memgejarku. Aku lari kearah yang tak terpikirkan oleh ku. Aku terus lari seperti itu. Sesekali menoleh kebelakang sosok itu menyeramkan dan terus mengejarku. Aku sudah capek dan hari mulai gelap. Aku tak tau apakah aku masih di kejar dan. Aaa! aku terjatuh. Hah ? sosok itu menghilang. Aku ada dimana ? disini gelap. Aku takut. Aku hanya punya ponsel untuk penerangan.

Author Pov**

Hari sudah gelap. Haneul teman karib Seolri mencarinya. Tapi dia tak menemukannya. Saat Haneul duduk di depan penginapan Jimin menghampirinya.

"Haneul-"
"Jangan ganggu aku lagi!"
"a arraseo, tapi bolehkah aku bertemu Seolri ? aku ingin minta maaf"
"HARUSNYA AKU YANG BERTANYA KEMANA SEOLRI !"
"Kenapa kau marah ? "
"Bagaimana aku tidak marah, bukannya tadi Seolri bersamamu ? dan sekarang Seolri tidak ada dimanapun?"

Mendengar jawaban itu Jimin berlari meninggalkan Haneul. Teriakan dari Haneul dia abaikan. Dia merasa bersalah mempermainkan perasaannya. Dan sekarang Seolri menghilang. Jimin terus memanggil nama Seolri dan terus berlari. Sedangkan disisi lain Seolri sedang mencari jalan kembali. Ketakutan terus menyelimutinya. Dingin terus menusuk.

Lama sekali Seolri berjalan dan Jimin hanya tertunduk bingung memikirkan dimana Seolri. Seolri melihat penginapannya. Dia senang sekali. Ia mempercepat langkahnya.

Kreek~~

Haneul yang berada di ruang depan melihat Seolri membuka pintu dengan pakaiannya yang tak karuan. Haneul langsung memeluk teman karibnya itu.

"Ya ! apa yang terjadi ? kemana saja kau ?"
"Tak penting. Aku ingin membersihkan diriku dulu"
"Okay, masuklah"

Haneul mengingat kejadian sore tadi langsung menuju penginapan laki - laki. Sedang Seolri mencoba menemukan kamarnya.

Seolri Pov**

Lelah sekali rasanya. Dikejar hantu. Yang benar saja. Huh~ . Aku lihat Kyunghee dan Heera duduk di sofa depan kamar.

"Ya ! dimana kamar ku?"

Tak ada jawaban. Yang benar saja. Kenapa mereka ini ?

"Ya !"

Aigoo~ yang kenapa itu aku. Jelas - jelas mereka terlelap. Sera melihat ku yang membentak orang tidur. Tatapan anehnya membuatku merasa aneh juga.

"Kamarmu di sana"

Aku menuju kamarku. Dan ada namanya juga disana.

"Uh ? kamarmu juga ?"

Dia hanya mengangguk. Aku memasuki kamarku. Kulihat ranselku tergeletak dalam keadaan terbuka. Ku ambil botol mineral dalam ransel ku. Apa - apaan, airnya tinggal setengah botol.

"Aishh. Pasti Kyunghee yang meminumnya"

Aku asal tebak karena memang dia yang suka menghabiskan airku. Ku teguk air seadanya. Kulangkahkan kaki ke kamar mandi dan memberaihkan diriku.

Author Pov**

Haneul terengah - engah karna dia berlari. Dia mengetuk pintu dan seseorang yang dia cari kebetulan yang membuka pintu.

"Haneul-ssi, museuniriya?"

Sambil mengatur nafasnya Haneul mencoba untuk menjawab.

"Seol-Seolri kembali"

Wajah tak percaya terlihat dari anak yang berdiri di ambang pintu.

"Jinjja ?"

Anggukan Haneul cukup meyakinkan Jimin. Seakan tau pikirang Jimin Haneul kembali berlari menuju penginapannya. Jimin mengikutinya dari belakang.

"chakkaman. aku panggil dia dulu"

Haneul langsung menuju kamar Seolri. Disana nampak Seolri sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk. Seolri terduduk kaget melihat Haneul yang membuka pintu kasar itu.

"Haneul? ada apa?"
"Sudahlah, cepat keluar. Seseorang menunggumu"
"geurae"

Seolri masih santai mengeringkan rambutnya membuat Haneul geram.

"PALLIWA !"
"eh ? geurae, geurae. aku segera keluar. Siapa sih sampai - sampai kau begitu"

Seolri melempar handuknya dan membiarkan rambutnya basah. Memakai sendalnya dan keluar.

Jimin Pov**

Aku tak tau keadaannya sekarang. Aku hanya berpikir semua itu salahku. Tapi aku menghembuskan nafas lega mendengar dia sudah kembali. Dingin diluar menusuk kulitku. Benar, karena aku tak semapat mengambil mantel ku.

Kreek~

Pintu terbuka dan dialah yang membuka pintu itu. Aku berdiri. Dia memandangiku dari atas sampai bawah. Lalu dia kembali masuk.

"Seol-"

Aku mencoba menghentikannya, tapi terlambat. Aku berniat tetap menunggu. Beberapa menit kemudian dia keluar lagi. Kali ini dengan syal dan mantel di tangannya.

"Apa playboy itu lebih bodoh dari ku"

Umpatnya seraya memakaikan mantel dan syalnya keleherku. Hangat menggantikan posisi dinginnya malam. Aku tak tau kenapa dia meminjamkannya.

"Uh, gomawo. Aku segera mengembalikannya"
"Jangan bodoh lagi seperti ini. Ada apa?"
"emm, Seolri-ya"
"hmm?"
"Mianhae"
"Mwoga?"
"Aku tau kau kecewa. Tapi.."

Aku ragu untuk menyatakannya. Aku hanya takut perasaanku hanya lelucon baginya. Siang itu, aku hanya ingin menggoda Haneul untuk pinjam sesuatu. Tapi mungkin dia berpikiran lain. Dia terus melihatku penasaran, sedangkan aku hanya tertunduk ragu.

"Mianhae. Aku mempermainkan perasaanmu"
"Ahh, lupakan. Gwaenchanha"

Seperti yang ku duga. Dia tegar seperti biasanya. Disanalah daya tariknya. Meskipun aku menggona banyak perempuan tapi dia tetap setia memandangiku saat aku sendiri. Aku tau ada rasa envy saat playboy ku kumat. Aku memberanikan diri menyatakan perasaanku. Ditengah dinginnya angin gunung.

"Aku... Seolri aku.."
"hmm?"
"Aku menyukaimu"
"hah? apa tadi siang kau katakan itu juga pada Haneul?! dia chagi mu kan ?!"

Lagi - lagi dugaanku benar. Perasaan ku hanya lelucon baginya. Aku mencoba meyakinkan. Aku tak yakin tapi..

Chup~~

Aku menciumnya sekilas. Cepat sekali. Aku tak tau apa yang kupikirkan. Dia membulatkan matanya. Mungkin dia terkejut. Dialah first kiss ku. Dan aku harap aku juga first kissnya.

"Eum, Mi-Mianhae"

Dia menganggukkan kepalanya ragu. Dan mengganti posisinya. Wajahnya terlihat memerah.

"Aku sungguh menyukaimu. Dan kaulah first kiss ku. Aku memang playboy tap-"
"Aku tau. Tapi bagaimana ini bisa terjadi ? Apakah ini mimpi ? Bangunkan aku. Aku juga sangat menyukai Jimin. Tapi aku pikir dia tidak menyukaiku. Karena dia terus mempermainkan ku. Apa aku saat ini adalah korban ?"

Isaknya terdengar. Aku ingin memutar waktu mendengar pernyataannya. Aku menarik kepalanya dan kusandarkan dipelukan ku.

"Mianhae. Kau bukan korban saat ini. Kau benar - benar sudah memiliki Jimin.  Jimin nyata menyukaimu. Dan kau lah satu - satunya yang disukai Jimin. Dan lagi, ini bukan mimpi"

"Seolri-ya. Mianhae. Saranghae. Johahae"

Seolri Pov**

Mendengar kata - kata itu rasanya seperti mimpi. Han Seolri, yang dulunya hanya berkhayal punya pacar Park Jimin. Kini menjadi kenyataan. Dan, tak ada lagi kata PHP.

-end-



Silahkan isi komen yaa
Gamsahamida~ 😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar